Refleksi 100 Hari


Refleksi 100 Hari

Ini merupakan tulisan pertama saya ditahun 2016 yang di publish lewat blog ini. Tepat 100 hari berselang setelah pergantian tahun. Bulan Januari habis di tanggal 31, Februari habis di tanggal 29 dan Maret di tanggal 31. Januari Februari Maret = 31+29+31 adalah 91 hari. Menggenapi menjadi seratus butuh 9 hari. Maka tanggal 9 April adalah hari ke 100 dalam masa satu tahun 2016 ini. Dan saat tulisan ini dibuat itu artinya sudah lebih sehari dari seratus, alias hari ke 101.

Lantas ada apa dengan 100 hari? Mengapa harus menunggu sampai 100? Kenapa tidak di angka yang lainnya saja?  Apa istimewanya angka ini? 

Dalam ilmu matematika ada 100 persen yang artinya bulat satu. Persentase yang utuh yaitu 100 persen. Dalam budaya Jawa pun angka 100 mempunyai tempat tersendiri, dalam upacara memperingati kematian seseorangpun ada acara 100 hari an. Dalam bidang pemerintahan pun sering kita mendengar rencana 100 hari kerja. Entah kerja Kabinet, kerja Lembaga, kerja Institusi dan lain-lain semua mengacu pada angka 100 ini.
So what makes it special?? 

Saya sendiri memaknai hari kemarin sebagai hari pertanda bahwa sudah sepertiga tahun berlalu. Cepat sekali memang, tak terasa waktu berjalan, ia begitu hening hingga tanpa sadar membawa kita pada sepertiga awal tahun 2016 ini. Bagi saya pribadi, sangat butuh instropeksi mendalam pada diri ini tentang target yang di set diawal tahun 2016 yang lalu.

Apa kabar buku Ada Cinta Di Nusantara? Apa kabar 100 impian yang dulu ditulis di tengah laut Banda 2013 silam? Bagaimana dengan rencana-rencana jangka pendek? Resolusi diberbagai bidang yang digadang-gadang di bulan Januari dulu?

Bersama dengan postingan ini, saya mengingatkan kembali kepada para pembaca yang budiman, bahwa tahun 2016 sudah berlalu selama seratus hari.
Mari kita kejar resolusi tahun ini, agar tidak jadi beban pada tahun-tahun mendatang!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Highlight Weding at Resinda Hotel Karawag

Cari KPN ya?