September Ceria (Part II)
Bagi beberapa orang cinta pertama itu tak pernah mati, saya termasuk sebagian orang tersebut. Entah kenapa dia selalu membekas padahal tidak melukai, mengisi relung hati untuk pertama kali dan menjadikannya bersemi meski tidak pernah benar-benar mengisi. Kira-kira seperti itulah deskripsi first love menurut saya.
Tiap orang mengalami ini, ada yang prematur namun ada pula yang harus rela menunggu lama untuk mengecap indahnya first love. Bagaimana dengan anda apakah rasa itu datang saat masih muda belia atau saat anda sudah sedikit mengenal dunia? Membicarakan first love akan selalu membawa angan kita ke masa lalu, dimana waktu tidak dapat mundur hanya memori yang tersimpan rapi di hard disk lah yang akan menuntun anda menikmati masa-masa awal bercinta di dunia ini.
Berbagai kisah yang terukir oleh waktu menggoreskan goresan-goresan yang berbeda bagi tiap pelukisnya. Saya dan anda mungkin mempunyai memori yang berbeda-beda tentang first love ini, kecuali anda adalah cinta pertama saya hehehe
Mari saya ajak untuk sedikit berbagi cerita tentang memori first love saya yang menurut saya tentu saja adalah cerita yang paling mendayu-dayu serta mengharu-biru (terdengar sedikit lebay sepertinya). Diawali dari bangku sekolah dasar dimana saat-saat yang menyenangkan dihabiskan dengan teman selama enam tahun, rentang waktu yang lebih panjang daripada masa study di SMP atau SMA. Jadi disanalah cerita itu pertama kali digelar. Tentu rasa itu belum muncul ketika saya masih kelas satu atau dua, (betapa prematurnya??) Justru di tahun-tahun awal lah pondasi cerita yang panjang terbangun, benar kata pepatah jawa yang mengatakan tresno jalaran soko kulino yang artinya cinta datang karena terbiasa. Terbiasa duduk bersebelahan atau berdekatan selama bertahun-tahun sedikit demi sedikit memahat perasaan kagum, terpukau dan terbius oleh anak perempuan berbaju putih dengan rok merah berambut panjang dan beradan tinggi. Lebih dari itu, kepandaian yang terpancar di wajahnya yang akan selalu mengingatkan hati ini akan sebuah deskripsi cewek cantik menurut sudut pandang saya.
Opini tentang sosok perempuan cantik yang terbentuk saat merasakan cinta pertama terbawa hingga dewasa, tak heran saat memutuskan untuk berpacaran kriteria itu terus yang djadikan bahan seleksi, tenggoklah galeri foto mantan-mantan pacar saya hahaha J Cerita first love saya dilanjutkan saat kami tumbuh bersama mengarungi sekolah dasar yang semestinya memberikan dasar-dasar ilmu yang akan dipelajari di level yang lebih tinggi namun bagi saya juga memberikan dasar yang kuat akan apa itu cinta, meskipun saat itu cinta dirasakan dengan pemahaman yang berbeda. Semakin dewasa beranjak ke level mengah yang pertama, kebetulan masih satu almamater. Ini membuat jantung saya semakin bersemanat untuk berangkat kesekolah pada waktu itu. Berbeda dengan masa sekolah dasar dimana kami selalu duduk berdekatan, di sini tidak pernah satu tahunpun berada dalam satu kelas yang sama. L Namun tentu saja hal itu tidak menyurutkan perasaan yang waktu itu saya rasakan seperti doping :-00
Akan ada lebih banyak cerita lagi di episode episode berikutnya, jadi tunggu saja postingan selanjutnya.

Komentar
Posting Komentar