Martabak Manis

Martabak Manis

Pada tau kan makanan martabak? Didaerah lain dikenal juga dengan nama Malabar. Kenapa martabak ikut naik kapal? Apa didalam kapal ada stan khusus martabak manis dengan gerobak khasnya yang memajang rapi  jajaran telur yang siap melayani setiap peserta pelayaran? Wah pasti laris itu kalau ada stan martabak beneran saat pelayaran. Selain rasanya enak, juga akan jadi teman yang pas saat menghadapi ombak dengan secangkir kopi panas. Hem nyam nyam nyam andai saja ada dikapal. Sayang nya itu hanya angan-angan saja. Atau fantasi yang timbul akibat jarang melihat daratan, jadi kangen dengan makanan yang ada didarat.

Peserta pelayaran pasti merasakan saat-saat dimana kangen sekali dengan makanan yang ada didarat selama mengikuti kegiatan. Tidak kaget setiap kali ada kesempatan pesiar, mereka akan berbondong-bondong menyerbu warung makan yang ada. Mungkin bosan dengan menu setiap hari yang disajikan diatas kapal. Sarapan pagi biasanya nasi dengan lauk telur, entah telur dadar, telur ceplok, telur mata sapi atau telur bumbu pedas. Pokonya olahan dari bahan dasar telur, ditambah kuah sup dan sambal. Itu menu yang biasa buat sarapan kalau dikapal.
sarapan

Kemudian makan siang hari lauknya adalah daging ayam, nah ini menjadi menu favorit bagi peserta pelayaran. Daging ayam tersebut biasanya digoreng garing atau dicampur dengan bumbu pedas balado. Makan siang ditemani buah-buahan segar yang dingin menjadi penambah energi menghadapi teriknya matahari di tengah laut Indonesia. Untuk menu makan malam biasanya petugas di bagian dapur menyiapkan ikan sebagai lauk utamanya. Ikan pindang digoreng.

Beberapa peserta sudah melakukan antisipasi akan kejenuhan menu makanan tersebut, ada beberapa dari mereka yang membawa sambal instan siap makan yang banyak dijual dipasaran. Atau abon sapi sebagai penambah selera makan. Aneka kecap turut serta, dari kecap manis sampai kecap pedas pun ada. Tak mau ketinggalan kering tempe dan kerupuk juga hadir mewarnai disetiap jam makan. Namun yang paling istemewa dari semuanya adalah rendang! Makanan nomer satu paling enak sedunia versi On The Spot pemirsah! Bagaimana bisa daging rendang ikut naik ke dalam kapal pemirsa? Tim investigasi bentukan pendamping menemukan fakta bahwa peserta asal Padang membuka lapak selama pelayaran. Hahahaha daging rendang bro! bak oase ditengah padang pasir yang gersang, melepas dahaga akan sensai makan di warung padang.

makan malam
Jangan di anggap sepele soal hal makanan ini, karena dari makanan inilah kita memperoleh energi yang cukup untuk kita bakar nanti. Kegiatan selama pelayaran ini kan banyak sekali, jadi makan menjadi penting agar tetap fit selama beraktifitas. Jangan sampai kita sampai sakit dan tidak bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Tapi ada contoh makan yang tidak bisa kita asal tiru, tidak bisa sembarang makan. Yaitu makan lampu! Seperti yang peserta dari Provinsi Banten ini lakukan, salah salah bibir kita bisa terluka malah! 
debus
Ada satu makanan lagi yang tidak bisa dilepaskan dalam setiap travelling, entah itu naik kapal, naik bus atau jalan-jalan kemana saja akan kita jumpai yang satu ini. Dia adalah mie dalam kemasan siap saji yang ngepop sekali itu low. Pada tahu kan yang tinggal diseduh air panas dan tunggu 3 menit hingga siap santap. Ini lah yang paling laris dikantin kapal selain obat antimabuk! Malam-malam saat acara sudah selesai dan perut butuh sesuatu untuk dicerna, mie pop ini lah muara dari semuanya. Rapat evaluasi antara pendamping dan panitia yang selalu digelar hingga dinihari itu juga sering dihiasi dengan gelas-gelas mie pop ini dimejanya.

Andai martabak manis hadir disetiap rapat malam-malam itu, andai ada penjual martabak beneran saat kapal berlayar. Pasti namanya adalah martabak nusantara, nama yang pas pikirku. Kenapa martabak? Apakah ini makanan favorit saya? Ternyata dari martabak inilah awal saya jatuh cinta pada laut. Pada penjual martabak yang dulu saya temui saat pembekalan peserta pelayaran KPN tahun 2011 dulu. Penjual martabak yang sekarang sedang asik mencari nafkah untuk keluarganya, bukan menjadi penjual martabak. Namun menjadi seorang pelaut, mengarungi dunia naik kapal menjadi seorang ahli mesin untuk sebuah kapal pengangkut batubara. Karena penjual martabak itu adalah lulusan sebuah akademi maritim di Yogyakarta, dialah yang biasa saya panggil Mul.

Ohya! foto-foto diatas diambil dari videonya peserta dari Jawa Barat, untuk lebih lengkapnya bisa diklik disini ya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi 100 Hari

Highlight Weding at Resinda Hotel Karawag

Cari KPN ya?