Tanya Kenapa

Tanya Kenapa

Pernah ada yang berpikir atau bertanya-tanya hal ini atau tidak? Kenapa Kehidupan berumah tangga selalu di identikan dengan perjalan sebuah kapal mengarugi lautan. Ada yang meyebut dengan istilah biduk rumah tangga. Biduk ini kan artinya adalah sebuah kapal yang ukurannya kecil. Sering pula kita dengar kalimat mengarungi luasnya samudra kehidupan. Samudra tempat kapal berlayar dianggap sebagai sesuatu yang pantas dianalogikan dengan perjalanan dalam meniti sebuah kehidupan. Dimana kadang kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan hidup yang datang. Masalah tersebut biasa dikiaskan dengan ombak atau badai jika masalahnya adalah masalah yang berat, sedang kata riak dipakai untuk mengkiaskan masalah yang bersifat kecil.

Akibat dari analogi diatas adalah munculnya istilah-istilah seperti; ‘badai dalam kehidupan’,  ‘siap menerjang ombak dan gelombang kehidupan’, ‘mengarungi biduk rumah tangga berdua’, ‘berlayar ke pulau impian’ dan masih banyak lagi istilah lain yang mengandung kata-kata dalam dunia bahari sebagai kata konotatifnya. Bahkan seorang suami pun acap kali dianalogikan sebagai seorang nahkoda bukan? Muncul istilah cinta lego jangkar, cie peserta pelayaran langsung pada ingat siapa cinta lego jangkarnya ya? Ada yang berhasil dan gagal mendapatkan perhatian dari sang pujaan selama dikapal ya?

Pertanyaan lanjutan muncul kenapa tidak menganalogikan kehidupan ini dengan dunia penerbangan atau moda transportasi didarat. Pokoknya yang bukan tentang laut dan kapal lah. Pakai pesawat terbang atau bus gitu untuk menganalogikan sebuah perjalan kehidupan tadi.

Tanya kenapa? Kemungkinan jawaban banyak, ayo beri jawaban kalian dikolom komentar ya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi 100 Hari

Highlight Weding at Resinda Hotel Karawag

Cari KPN ya?