Postingan
Sudah 70 Tahun
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
70 tahun yang lalu adalah tahun 1945 tahun yang akan selalu dikenang bangsa ini, diabadikan, dikramatkan, disakralkan atau di ingat saja dalam pelajaran-pelajaran sejarah? Untuk sebuah usia 70 tahun tentu tidak bisa dibilang muda, apa lagi bagi sebuah negara. Setiap ulang tahun kemerdekaan pasti akan diperingati, diadakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Di tingkat pusat, didaerah, di laut, didarat, digunung, dikota, didesa, dikantor-kantor baik swasta maupun pemerintah, disekolah dari tingkat dasar hingga paling atas semuanya mengadakan upacara. Upacara bendera sebagai simbol pengibaran bendera sebagai tanda bahwa kita sudah merdeka. Merdeka means freedom. Freedom from what? When I am talking about freedom it will take hours to write. Bye the way you should listen to Paul McCartney's Freedom. That song becomes my favorite since I met Mr. Basith in 2013 on board of KRI Makasar 590. He told me the truth of the word 'freedom'. Kembali ke lap....top! Kalau...
KEMBALIKELAUT
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
#KEMBALIKELAUT #kembalikelaut Mudah dan murah untuk dilakukan, dimanapun dan kapanpun. Jadi apa itu gerakan #kembalikelaut? Adalah gagasan yang lahir selama kegiatan KPN/LNRPB Sail Raja Ampat 2014, dimana semangat kebaharian timbul meledak-ledak pada saat itu. Untuk tetap menyalakan api semangat tersebut #kembalikelaut muncul sebagai program/gerakan yang berusaha mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk kembali kelaut, lebih utamanya adalah kalian wahai para pemuda bahari! #kembalikelaut Tujuan #kembalikelaut adalah mengenalkan potensi terbesar dari negeri ini kepada khalayak ramai, yaitu potensi kebaharian nya. Kalian bisa berpartisipasi dengan menambahkan tagar kembalikelaut pada foto kalian yang diambil dipantai, dari atas kapal, saat menyelam, saat melakukan gerakan bersih-bersih pantai atau aktifitas apapun yang berkaitan dengan dunia bahari. Gampang kan? Murah tentu saja. Dimanapun dan kapanpun. Boleh foto itu sendirian atau ramai-ramai, makin banyak yang kamu ...
Tanya Kenapa
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tanya Kenapa Pernah ada yang berpikir atau bertanya-tanya hal ini atau tidak? Kenapa Kehidupan berumah tangga selalu di identikan dengan perjalan sebuah kapal mengarugi lautan. Ada yang meyebut dengan istilah biduk rumah tangga. Biduk ini kan artinya adalah sebuah kapal yang ukurannya kecil. Sering pula kita dengar kalimat mengarungi luasnya samudra kehidupan. Samudra tempat kapal berlayar dianggap sebagai sesuatu yang pantas dianalogikan dengan perjalanan dalam meniti sebuah kehidupan. Dimana kadang kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan hidup yang datang. Masalah tersebut biasa dikiaskan dengan ombak atau badai jika masalahnya adalah masalah yang berat, sedang kata riak dipakai untuk mengkiaskan masalah yang bersifat kecil. Akibat dari analogi diatas adalah munculnya istilah-istilah seperti; ‘badai dalam kehidupan’, ‘siap menerjang ombak dan gelombang kehidupan’, ‘mengarungi biduk rumah tangga berdua’, ‘berlayar ke pulau impian’ dan masih banyak lagi istilah lain ...
Martabak Manis
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Martabak Manis Pada tau kan makanan martabak? Didaerah lain dikenal juga dengan nama Malabar. Kenapa martabak ikut naik kapal? Apa didalam kapal ada stan khusus martabak manis dengan gerobak khasnya yang memajang rapi jajaran telur yang siap melayani setiap peserta pelayaran? Wah pasti laris itu kalau ada stan martabak beneran saat pelayaran. Selain rasanya enak, juga akan jadi teman yang pas saat menghadapi ombak dengan secangkir kopi panas. Hem nyam nyam nyam andai saja ada dikapal. Sayang nya itu hanya angan-angan saja. Atau fantasi yang timbul akibat jarang melihat daratan, jadi kangen dengan makanan yang ada didarat. Peserta pelayaran pasti merasakan saat-saat dimana kangen sekali dengan makanan yang ada didarat selama mengikuti kegiatan. Tidak kaget setiap kali ada kesempatan pesiar, mereka akan berbondong-bondong menyerbu warung makan yang ada. Mungkin bosan dengan menu setiap hari yang disajikan diatas kapal. Sarapan pagi biasanya nasi dengan lauk telur, entah t...
Romantisnya Tuhan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tuhan itu Romantis Romantis habis malah, menjalankan ibadah di tengah laut diatas kapal yang sedang melaju melawan ombak tentu bukan perkara mudah. Menahan diri supaya tetap dapat berdiri tegak saat kapal oleng terkena hempasan ombak. Arah kiblat yang selalu berubah-ubah tiap kali kita sholat berjamaah, kadang menghadap lambung kanan kapal, sholat berikutnya bisa jadi menghadap lambung kiri tau malah lurus menghadap buritan kapal, itu semua tergantung posisi kapal dengan arah kiblat saat kapal sedang berlayar. Tidak sulit menentukan arah kiblat saat kita hendak sholat berjamaah, dari tempat kita akan sholat yaitu di helideck, kita tinggal telepon saja petugas yang ada di anjungan kapal. Informasi arah kiblat akan diberitahukan melalui pengeras suara, karena di anjungan terdapat radar-radar canggih milik TNI AL kita, jadi tidak perlu khawatir bakal tersesat saat berada di tengah laut sana. Ohya kenapa di umumkan lewat pengeras suara? Ya tentu biar semua bisa mendengar dan menge...
Welcoming Ramadhan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Menyambut Ramadhan. Tahun Mahesi 2015 Alhamdulillah masih berjumpa dengan bulan suci penuh rahmat bulan Ramadhan. Namun dibalik kebagian tersebut tersembunyi rapat sebuah kesedihan, ya sedih atas kehilangan orang yang sangat dicinta. Lebaran tahun ini akan tanpa kehadiran pak dhe Hud, beliau telah berpulang pada awal tahun ini. Januari tanggal 26, senin malam pak dhe meninggalkan kami di ICU RSUD Sidoarjo. Sudah jadi tradisi beliau untuk nyekar ke makam eyang di Semarang tiap Idul Fitri, kini kami yang akan nyekar ke makam beliau di Sidoarjo. Beliau yang berperawakan tinggi besar dan pembawaan yang tenang akan selalu hidup dihati ini, Kenangan terakhir bersama beliau sangat berkesan, waktu itu saya sedang dalam perjalanan naik bus dari Denpasar ke Surabaya. Sampai di terminal Bungur sudah sangat larut waktu itu, pak dhe khawatir dan menjemput saya di terminal. Naik Vespa biru itu kami memecah dinginnya malam Surabaya bersama-sama. Sembah nuwun pakdhe! Ternyata bukan pak dhe...